Pages

Saturday, 24 May 2014

Penanggulangan masalah sampah

INCINERATOR
           Insinerasi (incineration) merupakan suatu teknologi pengolahan limbah  yang melibatkan pembakaran limbah pada temperatur tinggi. Teknologi insinerasi dan sistem pengolahan limbah temperatur tinggi lainnya digambarkan sebagai "perlakuan termal". Pada hakekatnya, insinerasi barang-barang sisa atau sampah mengkonversi limbah menjadi panas yang dapat digunakan untuk menghasilkan energi seperti listrik. Salah satu cara teknologi pengolahan limbah adalah dengan teknologi insinerasi, dan alat yang digunakan biasa disebut dengan insinerator. Pengolahan limbah dengan insinerator terutama bertujuan untuk mengurangi volume dari limbah itu sendiri sampai sekecil mungkin, kemudian juga untuk mengolah limbah tersebut supaya menjadi tidak berbahaya bagi lingkungan serta stabil secara kimiawi.
          Teknologi insinerasi berfungsi sebagai suatu alternatif untuk metode-metode pengolahan limbah landfill dan proses biologis seperti pengomposan dan biogas. Teknologi ini mempunyai
manfaat-manfaat kuat terutama sekali untuk pengolahan limbah jenis-jenis tertentu di daerah-daerah relung seperti limbah klinis (limbah rumah sakit ataupun farmasi) dan limbah-limbah berbahaya tertentu yang mana patogen-patogen dan toksin-toksin hanya dapat dihancurkan dengan temperatur tinggi. Potensi pembangkitan listrik yang menggunakan pembakaran sampah perkotaan dan metode-metode non-termal lainnya dari energi yang berbasis limbah seperti biogas sedang terus meningkat yang dilihat sebagai suatu strategi penganeka-ragaman energi potensial. Teknologi insinerasi terutama sekali populer di negara-negara seperti Jepang yang mana lahan adalah suatu sumber daya langka. Swedia telah menjadi pemimpin dalam menggunakan energi yang dihasilkan dari teknologi insinerasi ini dalam 20 tahun silam. 

Energi Panas Bumi

Energi Panas Bumi (Geothermal Energy)  
    Energi panas bumi, adalah energi panas yang tersimpan dalam batuan di bawah permukaan bumi dan fluida yang terkandung didalamnya.  Geothermal dapat dimaknai sebagai energi panas yang terbentuk secara alami dibawah permukaan bumi. Perhatikan gambar di atas. Kerak bumi (crust), yang merupakan lapisan terluar yang keras/padat berupa batu, mampu menahan aliran panas yang berasal dari bawah permukaan bumi. Sementara mantel bumi (mantle) merupakan lapisan yang semi-cair atau batuan yang meleleh atau sedang mengalami perubahan fisik akibat pengaruh tekanan dan temperatur tinggi disekitarnya. Sedang kan  bagian luar dari inti bumi (outer core) berbentuk liquid. Akhirnya, lapisan terdalam dari inti bumi (inner core) berwujud padat. 
        Meningkatnya kebutuhan akan energi serta meningkatnya harga minyak, khususnya pada tahun 1973 dan 1979, telah memacu negara‐ negara lain, termasuk Amerika Serikat, untuk mengurangi ketergantungan mereka pada minyak dengan cara memanfaatkan energi panas bumi. Saat ini energi panas bumi telah dimanfaatkan untuk pembangkit listrik di 24 Negara, termasuk Indonesia.
        Berdasarkan data Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rep. Indonesia, Kita memiliki potensi energi panas bumi sebesar 27.000 MW yang tersebar di 253 lokasi atau 40% dari cadangan panas bumi dunia. Atau Indonesia merupakan negara dengan sumber energi panas bumi terbesar di Dunia. Peta potensi panas bumi dinegara kita dapat dilihat di gambar berikut.

Friday, 23 May 2014

Pemanfaatan Energi Angin




Energi Angin
Salah satu energi terbarukan yang berkembang pesat di dunia saat ini adalah energi angin. Energi angin merupakan energi terbarukan yang sangat fleksibel. Energi angin dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan misalnya pemompaan air untuk irigasi, pembangkit listrik, pengering atau pencacah hasil panen, aerasi tambak ikan/udang, pendingin ikan pada perahu-perahu nelayan dan lain-lain. Selain itu, pemanfaatan energi angin dapat dilakukan di mana-mana, baik di daerah landai maupun dataran tinggi, bahkan dapat di terapkan di laut, berbeda halnya dengan energi air.
Pemanfaatan energi angin ini, selain dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, diharapkan juga dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi sistem pertanian, yang pada gilirannya akan meningkatkan produktifitas masyarakat pertanian. Walaupun pemanfaatan energi angin dapat dilakukan di mana saja, daerah-daerah yang memiliki potensi energi angin yang tinggi tetap perlu diidentifikasi agar pemanfaatan energi angin ini lebih kompetitif dibandingkan dengan energi alternatif lainnya. Oleh karena itu studi potensi pemanfaatan energi angin ini sangat tepat dilakukan guna mengidentifikasi daerah-daerah berpotensi.Angin selama ini dipandang sebagai proses alam biasa yang kurang memiliki nilai ekonomis bagi kegiatan produktif masyarakat.
Secara umum, pemanfaatan tenaga angin di Indonesia memang kurang mendapat perhatian. Sampai tahun 2004, kapasitas terpasang dari pemanfaatan tenaga angin hanya mencapai 0.5 MW dari 9.29 GW potensi yang ada (DESDM, 2005). Padahal kapasitas pembangkitan listrik tenaga angin di dunia telah berkembang pesat dengan laju pertumbuhan kumulatif sampai dengan tahun 2004 melebihi 20 persen per tahun. Dari kapasitas terpasang 5 GW pada tahun 1995 menjadi hampir 48 GW pada akhir tahun 2004 tersebar dalam 74,400 turbin angin di sekitar 60 negara (BTM Consults ApS, 2005).  menunjukan laju pertumbuhan energi angin tahunan dunia.
Untuk mendukung program diversifikasi energi dan Kebijakan Energi Hijau Nasional (Pengembangan Energi Terbarukan dan Konservasi Energi), sudah semestinya kajiankajianpengembangan sumber-sumber energi alternatif—khususnya energi terbarukan—lebih disemarakkan untuk berbagai kepentingan. Studi potensi pemanfaatan tenaga anginini merupakan satu tahapan penting dalam pengembangan dan pemasyarakatanpenggunaan energi terbarukan untuk berbagai kegiatan produktif masyarakat di daerahdaerahdi wilayah Indonesia.
A.    Potensi Angin
Analisa potensi angin dapat memberikan informasi mengenai: 
  1. Pola angin berkala dalam periode tertentu 
  2. Durasi kecepatan angin rendah dan kecepatan angin tinggi,
  3.  Kecepatan angin di daerah yang tidak jauh dengan lokasi pengukuran 
  4. Berapa banyak energi yang dapat tersedia pertahunnya
Semua informasi ini berguna dalam menentukan apakah pemanfaatan energi angin pada suatu lokasi itu baik untuk kegunaan mekanikal atau elektrikal. Kecepatan angin pada tempat di mana sistem konversi turbin angin akan di pasang akan dianalisis dan dihitung berdasarkan data yang ada, baik dari BMG maupun hasil pengukuran sebagai suplemen dan bahan rujukan. Kecepatan angin pada tempat di mana sistem konversi turbin angin akan di pasang akan dianalisis dan dihitung berdasarkan data yang ada, baik dari BMG maupun hasil pengukuran. Kecepatan angin pada tempat di mana sistem konversi turbin angin akan di pasang akan dianalisis dan dihitung berdasarkan data yang ada, baik dari BMG maupun hasil pengukuran
B.     Sumber Daya Energi Angin
Angin adalah udara yang bergerak dari tekanan udara yang lebih tinggi ke tekanan udara yang lebih rendah. Perbedaan tekanan udara disebabkan oleh perbedaan suhu udara akibat pemanasan atmosfir yang tidak merata oleh sinar matahari. Karena bergerak angin memiliki energi kinetik. Energi angin dapat dikonversi atau ditransfer ke dalam bentuk energi lain seperti listrik atau mekanik dengan menggunakan kincir atau turbin angin. Oleh karena itu, kincir atau turbin angin sering disebut sebagai Sistem Konversi Energi Angin (SKEA).
Daya adalah energi per satuan waktu. Daya angin berbanding lurus dengan kerapatan udara, dan kubik kecepatan angin, seperti diungkapkan dengan persamaan berikut: 
Persamaan mengenai daya angin ini dapat dijabarkan sebagai berikut. Karena perbedaan kerapatan udara di dataran rendah dan di daerah yang tinggi, energi angin yang dapat diekstrak di daerah pantai akan lebih besar dibandingkan dengan yang di pegunungan. Kemudian, apabila suatu tempat memiliki kecepatan angin 2 kali lebih cepat dari tempat lain, tempat pertama tersebut memiliki energi angin 8 kali lebih besar. Oleh karena itu, pemilihan lokasi sangat menentukan besarnya penyerapan energi angin.
Hal-hal lain yang harus diperhatikan dalam pemasangan sistem konversi energi angin, antara lain:
  1. Untuk kegunaan elektrikal jarak tempat pemasangan harus cukup dekat dengan beban pengguna agar tidak ada kerugian yang berlebih. Pengurangan tegangan lebih dari 5% sudah dianggap sangat besar untuk sistem tegangan 12 VDC dan 24 VDC. Jarak lebih dari 300 m harus dihindari kecuali jika digunakan tegangan tinggi 220 VAC 
  2. Tempat pemasangan harus dilindungi atau dipagari agar terhindar dari aksi perusakan. Sebaiknya lokasi pemasangan harus dapat dipantau dengan mudah dari jalan atau tempat beban pengguna. Tempat-tempat di mana terdapat kecepatan angin yang sangat kencang dan dapat merusak pada waktu-waktu tertentu tidak direkomendasikan. 
  3. Aliran angin di dekat permukaan bumi akan semakin mengecil dan mencapai harga nol di permukaan tanah. Profil kecepatan angin ini disebut dengan lapisan batas atmosfir. Permukaan bumi memiliki tingkat kekasaran yang berbeda-beda. Semakin kasar permukaan bumi akan semakin tebal lapisan batas atmosfir. Dengan semakin besarnya lapisan batas atmosfer maka kecepatan angin pada ketinggian tertentu akan semakin kecil. Dengan demikian tempat pemasangan harus diarahkan pada tempat dengan tingkat kekasaran yang rendah seperti daerah lepas pantai, daerah pantai, padang rumput, dan tempat-tempat dengan tumbuh-tumbuhan dan bangunan yang tidak terlalu tinggi.
  4. Turbin angin yang digunakan untuk keperluan pengisian batere biasanya ditempatkan di perahu, bangunan atau rumah. Lokasi pemasangan harus diperhatikan agar aliran yang datang pada sistem konversi energi angin ini tidak turbulen atau tidak berbalik arah di bagian belakang. Untuk hal ini ada aturan atau konvensi bahwa turbin angin harus lebih tinggi sekitar 10 m dari pohon atau bangunan tertinggi di tempat tersebut. Lokasi pemasangan juga setidaknya harus berjarak minimal sekitar 10 kali dari diameter rotor terhadap hambatan atau rintangan terdekat.

Sistem Informasi Rumah Sakit (SIM-RS)



Tentang Produk 

Rumah Sakit mengemban tugas untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya kepada masyarakat sekitarnya dengan lebih baik dan lebih profesional. Rumah Sakit sebagai salah satu institusi yang bergerak dalam bidang kesehatan dituntut untuk selalu meningkatkan kinerja dan mutu kerjanya. Hal ini termasuk peningkatan sarana penunjang, salah satunya yaitu komputerisasi : mencakup peningkatan sumberdaya manusia, penyempurnaan system pembantu kerja dan kegiatan operasional sehari-hari baik yang berkaitan dengan pelayanan pasien maupun operasional intern di rumah sakit. Dalam rangka menghasilkan kinerja dan mutu kerja yang lebih baik ini, maka Rumah Sakit tidak bisa lepas untuk selalu melalukan pengembangan dan penyempurnaan system khususnya pengembangan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Dalam menjawab kebutuhan SIM-RS tersebut, SIM-RS yang kami tawarkan merupakan aplikasi software berbasis web based komputerisasi client server, dimana aplikasi ini fully integrated antara satu modul dengan modul lainnya yang bertujuan untuk mengelola kompleksitas proses-proses yang berlangsung di suatu rumah sakit baik secara internal maupun eksternal. Sehingga manajemen rumah sakit akan memiliki system yang dapat meningkatkan pelayanannya secara nyata.

Sunday, 11 May 2014

MESIN PERAJANG PISANG SEBAGAI BENTUK INOVASI PERANCANGAN


      Ide Produk
Bagi para pengusaha keripik pisang atau para pembuat sale pisang, mereka masih menggunakan alat – alat yang manual seperti Gosrokan pisang sedangkan untuk para pembuat sale pisang masih menggunakan pisau untuk mengiris atau merajang pisang tersebut, sehingga memerlukan waktu dan tenaga yang banyak untuk melakukannya. Mesin perajang singkong ini solusi bagi para pembuat keripik pisang ataupun pembuat sale pisang untuk melakukan perajangan atau pengirisan pisang yang lebih cepat, serta tidak melelahkan.
Selanjutnya ide tersebut dengan pendekatan analisa kebutuhan pelanggan didefinisikan dengan suatu uraian :

Perajang pisang yang dapat dikendalikan dengan praktis, mempercepat proses perajangan, higienis, dan aman

Sedangkan batasan rancangan sebagai prasyarat pengguna ditetapkan sebagai berikut :

  • Mesin mudah dioprasikan 
  • Lebih cepat dalam proses perajangan 
  • Hasil perajangan dapat disesuaikan sesuai kebutuhan 
  • Pisau terbuat dari bahan stainless steel
  • Produk masal
  • Dimensi proposional (tidak menghabiskan banyak tempat) 
  • Mudah untuk dipindahkan 
  • Mudah perawatan 
  • Higienis 
  • Aman
Gambar mesin perajang pisang multi fungsi

Saturday, 10 May 2014

Turbin Gorlov solusi untuk menghasilkan energi listrik


Turbin Gorlov Helikal
Turbin Gorlov Helikal adalah jenis turbin yang baru dikembangkan pada tahun 1995, mengubah energi kinetik yang dihasilkan oleh arus aliran menjadi energi mekanis/gerak putar, di temukan oleh Profesor Gorlov dari Northeastern University, jenis turbin ini diperuntukan untuk energi arus sungai (river energy), energi arus laut (marine energy) dan energi arus pasang-surut (tidal energy) dan salah satunya telah di gunakan sebagai pembangkit listrik memanfaatkan air pasang surut di pedesaan Amazon-Brasil
Gambar Turbin Gorlov 3 blade
Turbin Helikal terdiri dari satu atau lebih sudu helikal panjang yang menyusuri permukaan silinderis imajiner seperti ulir sekrup. Sudu-sudu airfoil helikal memberikan gaya reaksi yang dapat menariknya lebih cepat dari aliran fluida itu sendiri. Kecepatan tinggi tanpa adanya vibrasi dari turbin helikal pada aliran fluida yang relatif lambat merupakan kunci terhadap efisiensinya yang baik.